Untuk kamu yang sedang mencari organisasi atau komunitas musik dan film di Indonesia, GADIS punya beberapa pilihannya, lho. Yup, hobi berkesenian di bidang musik dan film memang sangat mengasyikkan. Nggak hanya bisa menyalurkan hobi, kita juga bisa menambah lingkaran pertemanan, deh!
Jika berada di dalam sebuah komunitas, kita bisa bertukar pikiran dan saling memberikan informasi mengenai topik yang kita sukai. Termasuk di bidang musik dan film. Nyatanya, dua aspek kesenian tersebut sangatlah dekat dengan kehidupan kita dan menjadi topik bahkan hobi yang menarik untuk kita tekuni. Tertarik untuk bergabung di komunitasnya?
Berikut 4 Komunitas Musik dan Film di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihanmu
KITA Anak Negeri
KITA Anak Negeri adalah sebuah yayasan musik yang memberikan wadah untuk pencinta dan pelaku seni musik yang ingin mengembangkan minatnya. Namun, nggak hanya memberikan edukasi tentang musik, yayasan ini juga membangun komunitasnya, lho!
Komunitas musik dari KITA Anak Negeri ini pun berharap bisa menghasilkan ruang interaksi yang bebas dan terbuka, serta menjadi lingkungan bergaul yang menyenangkan untuk sesama penikmat musik.
Kegiatan atau programnya juga beragam, girls! Seperti penyelenggaraan konser, kegiatan sharing dan belajar bersama lewat KITA String (orkestra) atau Kitastik (akustik) yang ditujukan khusus untuk peminatnya, dan masih banyak lagi.
Jakarta Cinema Club (JACk)
Komunitas musik dan film di Indonesia selanjutnya bisa kamu cek adalah JACk atau Jakarta Cinema Club, yang merupakan komunitas berbasis film dan seni yang terbentuk sejak tahun 2015.
Meskipun mengambil nama besar Jakarta, komunitas ini bisa menjadi wadah dan pilihan untuk sharing dan membedah karya film untuk seluruh warga di Indonesia.
Pasalnya, komunitas film ini dibentuk karena minimnya platform diskusi berbasis film dan literatur dengan audiens yang mempunyai latar belakangnya bervariasi sehingga JACk bertujuan untuk mempertemukan orang-orang baru yang memiliki perspektif berbeda akan sebuah karya film, dan bisa menjadi sarana untuk mengaspirasikan perbedaan tersebut.
Untuk itu, JACk memiliki online dan offline community yang memuat jurnal, berita, dan ruang berdiskusi yang bisa diikuti oleh seluruh pencinta film di Indonesia.
